Selasa, 06 November 2012

25 Desember 1998 Kasus Poso I

0 komentar


25 Desember 1998 (Kasus Poso I)
Jum’at 25 Desember 1998, bertepatan dengan Ramadhan 1419 H, sekelompok pemuda kristen mengkonsumsi miras dan membuat keributan saat Sholat tarawih digelar. Pengurus masjid mencoba mengingatkan. Usaha itu berhasil, para pemuda kristen pergi meninggalkan area masjid. Lewat tengah malam kelompok pemuda kristen itu kembali.

Ridwan Korban PenganiayaanSalah seorang pengurus masjid (Ridwan) yang sebelumnya memperingatkan mereka untuk tidak mabuk-mabukan, dikejar oleh Roy Runtu yang dalam keadaan mabuk. Ketika itu, Ridwan tengah membangunkan warga Muslim di Kelurahan Sayo untuk makan sahur. Menghindari kejaran Roy, Ridwan melarikan diri ke sebuah masjid (dekat pesantren), namun di tempat itu pula ia dibacok. Ridwan sempat berteriak minta tolong dan lari dengan meningalkan percikan darah di plafon masjid.

Setelah kejadian itu, masyarakat muslim Poso yang mendengar berita ini segera berkumpul. Konsentrasi massa pada akhirnya bergerak menghancurkan setiap kedai/toko yang menjual miras. Masyarakat muslim meminta pemuda yang melakukan penganiayaan agar menyerahkan diri. Dan menuntut aparat untuk segera menangkap pelakunya.


Herman ParimoBukannya minta maaf dan menyerahkan diri, salah seorang dari mereka justru mencari bantuan ke Tentena. Herman Parimo, tokoh kristen Tentena membawa massa bergerak ke Poso, membakar Pasar sentral Poso dan mengadakan pawai keliling Poso, menunjukkan kemenangannya. Kabar Poso sudah diduduki massa Tentena terdengar di Parigi dan Ampana (basis massa muslim). Dengan koordinasi ustadznya masing-masing bergeraklah massa kedua kota itu ke Poso.

Poso kembali dalam kendali umat Islam. Dua pasukan, muslim dan kristen masih menggunakan alat tempur sederhana, parang dan batu, meski beberapa sniper terbukti telah melukai beberapa orang muslim.

Sebanyak 100 orang luka-luka, puluhan rumah dan kendaraan bermotor rusak berat..
Galery Foto kerusuhan Poso 25 Desember 1998
Ridwan Korban Penganiayaan
Mesjid Darussalam terjadinya pembacokan Ridwan

Gubernur H.B Paliudju mengumpulkan tokoh Islam dan Kristen dirumah dinasnya

kelompok Islam menunggu diluar

Kelompok Islam menginginkan Roy Runtu & Herman Parimo di adili
Herman Parimo

Leave a Reply

Generation Platinum
™Pekanbaru The Best™

Move your mouse to go back to the page!
Gerakkan mouse anda dan silahkan nikmati kembali posting saya!